• Label

    Copyright © DETIK NUSANTARA NEWS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Sebagai Upaya Mendukung UU TNI Berbagai Elemen, Masyarakat Salatiga dan Sekitarnya Berbagi Takjil Di Bulan Ramadhan.

    Kamis, 27 Maret 2025, Maret 27, 2025 WIB Last Updated 2025-03-26T18:58:28Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini



    Media DNN - Jawa Tengah | Berbagai elemen masyarakat setempat dan sekitarnya berbagi 1000 Takjil kepada para pengendara yang lalu lalang di lintas jalan lampu merah ABC Salatiga.

    Hal ini dilakukan sebagai upaya memberikan dukungan atas  Undang-Undang) TNI yang telah disetujui dan telah disahkan dalam Rapat Paripurna DPR RI pada hari Kamis (20/3/2025), meski sudah ketuk palu, namun masih saja ada pro kontra dari berbagai kalangan.

    Berbagi Takjil di Bulan Ramadhan.(NIR).

    Dalam dialog bersama beberapa elemen masyarakat yang dalam berbagi takjil, menyampaikan kepada awak media detiknusantaranews.com , " bahwa UU TNI telah di sahkan bahkan telah ketuk palu, tentunya sebagai warga yang baik sebaiknya memberi dukungan  dengan cara berbagi takjil di bulan Ramadhan ini, daripada turun ke jalan-jalan Demo, yang dapat mengganggu aktivitas warga lainnya," pungkas mereka. 


    "Tentunya revisi UU TNI ini menjadi issue yang kemudian cukup krusial dan urgent, masyarakat  berharap, agar masyarakat yang ada d seluruh Indonesia, khususnya Wilayah Salatiga dan sekitarnya dapat menerima keberadaan UU TNI ini,"ucap warga yang ikut dalam suasana pembagian takjil. 

    Berbagi Takjil di Bulan Ramadhan.(NIR).

    Meski penolakan ada dari berbagai khalayak, baik itu dari mahasiswa maupun dari para aktivis dapat menyampaikan saran dengan cara yang elegan, dimana ruang hukum masih terbuka lebar.

    "Walaupun masih saja ada penolakan Baik aktivis maupun dari mahasiswa sebaiknya dapat diutarakan atau disampaikan dengan elegan, dengan melihat ruang-ruang hukum yang hari ini masih terbuka lebar, bisa menguji materi pasal perpasal di dalam UU TNI yakni di Mahkamah Konstitusi," pungkas mereka. 

    Ditambahkan, terlepas dari soal geopolitik tentunya ada faktor-faktor eksternal, hanya saja mengapa sampai Undang-undang TNI  perlu direvisi,  oleh karena sifat dari hukum itu harus ada pembaharuan, oleh karena sifat pembaruan inilah, maka secara otomatis UU TNI yang awalnya tahun 2004 dirubah menjadi pada tahun 2025 seperti sekarang ini.

    Kegiatan seperti ini dapat dijadikan momen  kebersamaan, meski berbeda-beda Suku, Ras dan Agama, namun tidak menyusutkan semangat dalam bulan suci Ramadhan dan dukungan atas pengesahan UU TNI. ( Korwil ).
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini